Banyak yang Kecewa ke Ridwan Kamil Buntut Kasus Kata 'Maneh' hingga Berujung Pemecatan Guru SMK di Cirebon

- Selasa, 21 Maret 2023 | 08:35 WIB
Ridwan Kamil dan buntut kasus kata'maneh' (Instagram @ridwankamil)
Ridwan Kamil dan buntut kasus kata'maneh' (Instagram @ridwankamil)

inilahbandung.com - Belakangan ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi sorotan usai heboh soal kasus kata 'maneh' hingga berujung pada pemecatan guru SMK di Cirebon.

Buntut kasus kata 'maneh' tersebut, tak sedikit yang bersuara mengenai kekecewaannya kepada Ridwan Kamil.

Hal tersebut disampaikan oleh ahli kartu tarot, Jeng Nimas yang menyebut bahwa kasus kata 'maneh' tersebut menjadi momen bagi orang-orang yang sudah kecewa dengan Ridwan Kamil.

Baca Juga: Intip Keseruan Maia Estianty Ceritakan Perjalanan dan Sejarah dari Yerusalem

"Ini melambangkan adanya orang-orang yang tidak puas atas kepemimpinan pak Ridwan Kamil," kata Jeng Nimas.

Menurut Jeng Nimas, pro kontra di kalangan masyrakat tentu menjadi hal yang wajar, terlebih Ridwan Kamil merupakan orang nomor satu di Jawa Barat.

"Dan itu saya rasa juga wajar ya apalagi seorang gubernur pasti ada pro kontra dalam kepemimpinannya," ujarnya.

Baca Juga: Diterawang Sosok Ini, Karir Politik Ridwan Kamil Makin Melorot Imbas Kata 'Maneh'?

Jeng Nimas melihat permasalahan kata 'maneh' itu dijadikan kesempatan untuk orang-orang yang menyuarakan kekecewaanya.

"Ketika ada prahara kata maneh, mencuat opini publik yang tadinya mungkin diam-diam ga puas dengan adanya lubang kecil akhirnya bersuara," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabil dipecat sekolahnya usai mengomentari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang memakai jas kuning saat berinteraksi virtual dengan murid-murid SMP di Tasikmalaya.

Baca Juga: Marshel Widianto Sudah Punya Anak dengan Cesen Eks JKT48, Begini Tanggapan Celine Evangelista

Sabil mengkritisi dan mempertanyakan posisi Ridwan yang memakai jas simbol politik partai yang menaungi dan mendukungnya kini untuk kepentingan 2024 di saat acara temu anak-anak Sekolah Menengah Pertama itu justru seharusnya mungkin tidak dicekoki unsur politis.***

Editor: Firda Rachmawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X